in

Objek Wisata Menarik Yang Penuh dengan Filosofi

Ternyata tempat-tempat indah ini memiliki makna yang berarti!

Patung Garuda Wisnu Kencana

Berkunjung ke obyek wisata biasanya tersirat oleh kita pemaknaan pada bangunannya. Tetapi, sebenarnya dengan memahami simbol dan lambang yang ada, setidak-tidaknya kita sudah mendapat gambaran di balik arti bangunan itu.

Sesuatu yang ditempatkan posisi utama yang dominan pada ruang dapat memberi kesan menyeluruh yang ingin disampaikan yang menjadi pusat pemaknaan filosofis, seperti simbol api di puncak monas. Simbol tersebut memiliki makna mendalam yaitu semangat perjuangan rakyat Indonesia. Berikut ini berbagai objek wisata menarik yang penuh dengan filosofi.

1. Tugu Monas

Tugu MonasTugu Monas

Berdasarkan sejarah, gagasan awal pembangunan Monas muncul 9 tahun kemerdekaan, Soekarno ingin Jakarta memiliki Tugu yang mewakili kepribadian dan karakter Bangsa sebagai lambang kekuatan rakyat. Dalam buku ‘Bung Karno Sang Arsitek’, Sukarno menggelar sebuah sayembara terbuka tentang desain sebuah tugu.

Tugu itu harus memiliki syarat yakni bentuk yang dibangun benar-benar menunjukan kepribadian bangsa Indonesia, tiga dimensi dan tidak rata, menjulang tinggi ke langit dari beton dan besi serta batu pualam tahan gempa, tahan kritikan zaman minimal seribu tahun serta menghasilkan karya budaya yang membangkitkan semangat kepahlawanan.

Tugu Monas dibangun pada 17 Agustus 1961 dengan ketinggian 132 m, bentuk menyerupai modifikasi artefak Lingga, yaitu simbol kejantanan dan Yoni simbol perempuan. Inspirasi tersebut dari artefak di Candi Sukuh Karanganyar. Candi Sukuh adalah monumen zaman Hindu yang merupakan pencerminan dari jiwa besar Indonesia.

Sementara soal filosofis makna Lingga terkandung dengan tersirat pada Tugu Monas yang melambangkan laki-laki atau ayah. Itulah sebabnya Monas dibangun dekat Istana Merdeka, karena ayah menggambarkan pihak eksekutif yaitu di Istana Merdeka. Di dalam “Tugu Nasional – Laporan Pembangunan” tahun 1978 disebutkan, selain lambang kesuburan pria, bentuk tugunya melambangkan alu dan cawan, alat penting rakyat Indonesia, khususnya pedesaan. Tugu dan cawan bisa juga diartikan perlambang negatif-positif, siang dan malam, baik buruk dan dua sisi yang selalu abadi.

Karya arsitektur Sukarno banyak menonjolkan sisi keindonesiaan pada zamannya. Di Tugu Monas ini semangat perjuangan rakyat Indonesia yang tak pernah padam dilambangkan simbol api pada puncaknya. Demikian filosofi dari seorang proklamator, Bung Karno sekaligus seniman dan budayawan ulung.

2. Garuda Wisnu Kencana

Patung garuda wisnu kencana
Patung garuda wisnu kencana

Tempat yang sering disingkat GWK Bali adalah salah satu objek wisata pilihan menarik di pulau dewata. Patung Garuda Wisnu Kencana yang diyakini sebagai patung raksasa Dewa Wisnu yang sedang mengendarai burung garuda memiliki daya tarik tersendiri di tempat ini. Selain itu, di sekitar GWK cultural park ini banyak terdapat hal menarik bagi wisatawan yang menikmati saat-saat bertamasya di tempat wisata yang berdekatan dengan pantai pandawa Bali ini.

Sebagai taman wisata dan budaya yang akan menjadi landmark dari keindahan pulau Bali, pembangunan areal wisata ini sudah diperhitungkan sangat matang. Pihak pembuatnya, yaitu Yayasan Garuda Wisnu Kencana butuh waktu dua tahun untuk mendapat lokasi yang tepat untuk patung GWK yang dianggap sempurna. Sebelumnya wilayah GKW Bali ini merupakan lokasi penambangan batu kapur.

Pemilihan tempat secara seksama, bertujuan agar Taman Budaya garuda Wisnu Kencana mudah dicapai wisatawan. Taman Budaya GWK Bali bertempat di Jalan Raya Uluwatu, Ungasan sekitar 40 km di selatan Denpasar.

Filososfi Patung Dan Cerita Garuda Wisnu Kencana

Berbagai tempat memiliki kisahnya tersendiri, GWK Bali memiliki hubungan erat dengan burung garuda, sebagaimana tempat wisata lain seperti Roro jonggrang di Candi Prambanan. Kebudayaan Indonesia, dan khususnya Bali terasa kental dalam pemberian nama serta konsep pembangunan GWK cultural park. Lewat pemikiran seksama, agar burung garuda menjadi ikon yang rancangannya tak lepas dari cerita heroik dan kebaktian burung garuda yang menyelamatkan ibunya dari perbudakan.

Demi bakti pada sang ibu, Garuda menyanggupi mencari Tirtha Amerthadi tengah lautan serta bertarung memperebutkan air abadi hingga akhirnya Dewa Wisnu sendiri yang membawa Tirtha Amertha. Hingga akhirnya Garuda menjadi Tunggangan Dewa Wisnu. Sungguh kisah yang heroik dan menyentuh yang menjadi sebab burung garuda dijadikan lambang Negara, sebagai pengingat kita bangsa Indoneisa agar berbakti kepada ibu pertiwi.

GWK ditujukan sebagai pusat aktivitas seni budaya di Bali. Berbagai pertunjukan seni diadakan di sini. Di Lotus Pond, yaitu panggung terbuka berkapasitas 7500 orang, sering diadakan pergelaran, sedangkan bagian lain GWK yaitu Exhibition Gallery sering dipakai pameran lukisan dan seni rupa berskala internasional.

3. Monumen Simpang Lima

Monumen Simpang Lima
Monumen Simpang Lima

Objek wisata berikutnya, yang menarik dan penuh dengan filosofi adalah Monumen Simpang Lima Gumul di Kediri. Monumen ini adalah monumen yang dibangun bertujuan memajukan perekonomian masyarakat Kediri. Beberapa kabar menyatakan monumen ini didirikan atas dasar amanat Raja Kediri abad XII yang ingin menyatukan 5 wilayah yang berada di Kab. Kediri.

Monumen Simpang Lima Gumul ini menjadi objek wisata favorit yang sekaligus ikon Kota Kediri. Berawal dari ide Bupati Kediri, Bapak Sutrisno, tahun 2003. pembangunannya tepat di tengah-tengah simpang lima yang mengarah Kota Kediri, Pesantren, Gurah, Pagu, dan juga Kampung Inggris.

Berikut ini spesifikasi bangunan Monumen Simpang Lima Gumul yang memiliki filosofi:

Tinggi Bangunan: 6 m

Luas:      804 m2

Jumlah Lantai:   6

Jumlah Tangga: 3

Tinggi Tangga:    3 m

Angka-angka tersebut menyimpan filosofi tersendiri dimana angka 804 melambangkan Hari Jadi Kota Kediri, pada 25 Maret 804 Masehi. Di luar dinding bangunannya terdapat beberapa gambar (relief) yang merupakan gambaran masyarakat Kediri pada zaman dahulu. Terdapat sebuah arca yang cukup besar di sudut bangunan, yang bagi umat Hindu arca Ganesha dipercaya sebagai dewa penolak bala,  pelindung, pengetahuan dan kecerdasan.

Di bawah objek wisata ini terdapat terowongan bawah tanah yang sangat terang benderang, terutama saat malam hari. Memasuki terowongan ini akan terasa seolah-olah berada di stasiun kereta api Jepang yang terang dan megah.

Dilihat sekilas, Monumen Simpang Lima Gumul mirip sebuah monumen yang ada di Paris, monumen L’Arc de Triomphe. Namun Meski keduanya tampak mirip, jelas filosofinya berbeda satu sama lain. Monumen Simpang Lima Gumul didirikan atas dasar kemajuan ekonomi masyarakat, sedangkan L’Arc de Triomphe didirikan atas dasar penghormatan pada pahlawan perang revolusi Perancis dan juga pertempuran Napoleon.

4. Gedung Sate Bandung

Gedung SateGedung Sate

Salah satu landmark kota Bandung ini, Gedung Sate mempunyai ciri khusus yaitu enam tusuk sate di atas puncaknya. Filosofi dari enam tusuk sate sendiri yaitu biaya pembangunan gedung yang mencapai enam juta Golden (emas). Obyek wisata ini merupakan destinasi beberapa wisatawan yang kerap kali dari kalangan pelajar sebagai tempat wisata yang pas sebagai wisata histori. Gedung ini adalah peninggalan bersejarah yang juga pas untuk kajian arsitektur bangunan Eropa masa dahulu.

Jika diperhatikan dengan cermat, ada kemiripan dengan Gedung Putih Washington DC yakni dari landscape dan tata letaknya yang sekeliling gedungnya ditanami taman hijau berikut bangunan megah di tengahnya. Di lapangan Gasibu kerap diselenggarakan seremonial atau beberapa moment besar lainnya.

Demikian ulasan berbagai Objek Wisata Menarik yang Penuh dengan Filosofi. Berbagai objek wisata diatas bisa menjadi alternatif destinasi traveling yang menarik dan juga menambah Pengetahuan dan filosofi Sejarah.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 Tips Gampang Membedakan Smartphone Asli dan Replika

Penasaran dengan Danau Kembar Perawan?