in

Cara Baru Mengajarkan Matematika Dengan Ebook

Seharusnya sekolah meniru ini

Bagi orang-orang paranoid terhadap matematika mungkin sampai sekarang menganggap bahwa matematika itu adalah ilmu pasti yang mematikan, yang selalu membutuhkan logika pikir berlebih. Sehingga tidak jarang menyebabkan penurunan minat dalam bidang matematika. Tidak luput, masalah ini rupanya juga menjangkit kalangan siswa. Guru-guru di sekolah pasti mencari cara agar siswa menjadi berminat pada mata pelajaran yang dianggap momok ini. guna memperoleh solusi atas masalah ini, adalah tugas utama yang dimandatkan kepada mahasiswa.

Bagaimana cara untuk membuat matematika menjadi diminati?

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah Pintar (Pemahaman Inti Dasar), sebuah solusi atas masalah rendahnya minat siswa yang didesain dalam bentuk buku elektronik ini adalah mahkarya dari Tevan Adi Satria, mahasiswa Universitas PGRI Semarang, jurusan pendidikan matematika. Sebagaimana dilansir kompas.com, edisi 23 maret 2017, aplikasi buatannya ini berisi materi bangun ruang dan sisi lengkung untuk kelas 3 SMP. Buku itu sudah tersedia di internet dapat diunduh melalui smartpone maupun komputer. Ia mengajari seluk beluk media pembalajaran berbasis digital diawal 2016.

Meski dia adalah mahasiswa jurusan ilmu pendidikan, dia mempelajari teknologi informasi secara intensif, sehingga dapat menapai prestasi yang membanggakan. Atas temuannya ini, dia menggapai peringkat ketiga kompetisi buku elektronik se-Asia Tenggara yang digelar South East Asian Minister of Education Organization Regional Open Learning Center (SEAMOLEC) Februari lalu.

Menciptakan Instrumen Pembelajaran Elektronik

Awalnya semangatnya dalam menarik minat siswa terhadap matematika dia wujudkan dalam pembukaan jasa bimbingan belajar matematika unutk siswa SD dan SMP, bahkan dia sempat magang selama dua minggu sebagai guru matematika di salah satu SMP di semarang.

Darisinilah kemudian dia menyadari bahwa minat belajar siswa terhadap matematika sangat rendah, mereka cenderung lebih suka menonton dari pada mendengarkan, oleh sebab itu, Tivan menciptakan instrumen pembelajaran untuk mengakomodir kebuthan dan karateristik siswa, dia menyisipkan video ilustrasi tentang kehidupan sehari-hari dalam karyanya.

Menurut teori-teori pendidikan mutakhir, apa yang sudah dilakukan oeh Tivan ini sesuai dengan cara pengajaran yang efektif, sebab pembelajaran berlangsung secara kontekstual meski dalam bentuk digital. Penemuan Tivan ini merupakan tiket masuk dan sebagai pintu gerbang untuk generasoi muda lainnya untuk terus berkarya dalam menari solusi atas berbagai masalah di masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ruxup

Ruxup, Application for Travellers

Tren Tempat Wisata di Medan 2017